Tampilkan postingan dengan label Bonek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bonek. Tampilkan semua postingan

Lagu Special Dari Bonek Buat Om Nurdin - Laga Charity Game di GBT

Rasanya terhibur sekali kemarin dengerin Bonek bernyanyi-nyanyi dengan riang gembira di ajang Charity Game antara Garuda Merah vs Garuda Putih. Salut deh buat Bonek, Lebih baik melampiaskan emosi dengan bernyanyi penuh riang gembira, daripada dengan kekerasan. Selamat buat Om Nurdin sudah dapat kado spesial dari Bonek. Selamat Bernyanyi Kawan :

Aku Punya Anjing Kecil
Ku Beri Nama Nurdin
Dia senang Berlari-Lari
Sambil Bernyanyi-Nyanyi

Nurdin Jancuk
Nurdin Jancuk
Nurdin Mbokne Ancuk
Read More...

Ratusan Bonek berangkat ke Samarinda, Pusamania siap tampung Bonek

Ratusan Bonek malam ini berangkat ke Kalimantan, sebagian besar menggunakan kapal laut dan sebagian lagi menggunakan pesawat terbang. Isu yang menyebutkan bahwa Pusamania tidak menerima kehadiran bonek tidak terbukti dan hanya salah paham saja karena pemberitaan yang tidak benar dari media lokal di kaltim. Bahkan Pusamania akan menjemput dan mengantarkan Bonek dan akan menampung Bonek di markas Pusamania. Hubungan baik Pusamania dengan Bonek sudah berjalan dengan baik sejak PON di Kaltim beberapa saat yang lalu, dimana PON Jatim di dukung oleh ratusan suporter Jawa Timur yang sebagian besar Bonek yang datang langsung dari Surabaya. Terima kasih Pusamania !! Read More...

Bonek - NJ Mania adalah Saudara

Kedatangan bonek ke kuningan tentu saja sudah berkoordinasi dengan NJ Mania. Karena pertandingan Persitara vs Persebaya di leg2 Copa Indonesia, Persitara lah sebagai tuan rumah. Bonek mempunyai hubungan baik dengan NJ Mania. Dan ini sudah di buktikan dengan hadirnya NJ mania di surabaya ketika pertandingan Leg1. Begitu pula ketika NJ mania melakukan lawatan di sidoarjo. Teman-teman NJ mania juga di tampung di markas Bonek di surabaya. Semoga pertandingan Persitara vs Persebaya di Kuningan bisa jadi pesta buat kita semua dan tanpa kerusuhan, apalagi konon pertandingan ini juga di hadiri oleh sodara lama kita yaitu Viking. Viking ingin membalas kebaikan bonek, karena sebelumnya Viking yg berkunjung ke Sidoarjo juga di dampingi oleh Bonek, bahkan di kawal sampai stadion delta sidoarjo. Read More...

Bonek sudah menggelar spanduk di stadion kuningan

Asisten pelatih Ibnu grahan geleng-geleng kepala dan mengakui kekagumannya pada Bonek yang setia mendampingi persebaya. Ketika menjajal lapangan kemarin rombongan pemain persebaya pun nampak kaget dengan kehadiran sekitar ratusan Bonek yang sudah berkeliaran di seputar stadion kuningan. Dari informasi bahwa rata-rata bonek tersebut adalah yg datang ke Bojonegoro, begitu selesai lawan persibo mereka langsung melanjutkan perjalanan ke kuningan jawa barat. Sebagian spanduk sudah tampak terpasang di sekitar stadion. Sementara informasi Dari YSS di kabarkan bahwa sekitar 600 bonek sudah bergerak ke kuningan sore kemarin dari stasiun pasar turi surabaya. Diharapkan ketertibannya selama perjalanan dan di himbau agar bonek tidak lempar-lempar batu terutama di daerah lamongan. Read More...

Bonek Sidotopo Dikabarkan Tewas, ternyata muncul di stadion

Bojonegoro – Perjuangan dengan bertaruh nyawa benar-benar dilakukan para bonekmania, suporter Persebaya Surabaya, saat datang ke Kabupaten Bojonegoro.

Termasuk salah satu bonek yang terjatuh dari gerbong kereta api di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, Bojonegoro atau tepat didepan Sekolah Model Terpadu (SMT).

Bonek asal Sidotopo, Surabaya yakni Yudha yang dikabarkan tewas, akhirnya muncul di stadion dan menggegerkan bonekmania yang lain. "Ia bonek yang jatuh dari kereta api tadi," kata salah seorang bonekmania yang mengetahui pemuda sekitar 20-an tahun itu masuk ke stadion.


Dengan dipapah beberapa temannya, perjuangan heroik Yudha disambut tepuk riuh temannya yang lain. Dengan bibir terus menerus menyebut kata sakit, Yudha meminta bantuan obat-obatan tim madis dari Polwil Bojonegoro.

"Haduuuhh... tangan dan kepalaku sakit," kata Yudha sambil meringis dan menunjuk luka memar warna kemerah-merahan yang ada didahu, mata sebelah kiri dan bibirnya.

Ia mengakui, kalau dirinya tersangkut kabel telepon saat berada diatas gerbong KRD sebelum masuk Kota Bojonegoro. Ia terjatuh dan tengkurap di atas batu lantasan kereta api.

Untungnya ia bisa selamat dan melanjutkan perjalanan ke stadion Letjen H Soedirman dengan berjalan kaki. Padahal Jarak antara SMT dimana ia terjatuh dari gerbong dengan stadion kurang lebih 2 km.

Saat beritajatim.com ingin mewawancarainya lebih jauh, beberapa temannya yang juga bonek melarang dengan alasan yang tak jelas. "Tolong jangan diambil gambarnya. Ia bukan artis," kata seorang bonek yang langsung menutup wajah Yudha yang memar dengan syal warna hijau.

Seperti diberitakan sebelumnya, kalau selain menjatuhkan Yudha dari atas gerbong, kabel telepon yang melintas di Sukowati juga melukai tangan Effendi, bonek asal Brebek, Waru, Sidoarjo.

"Kami sangat yakin, kalau pemuda asal Sidotopo tersebut tewas. Sebab, setelah terjatuh ia tengkurap dan tak bergerak lagi," kata Effendi disambut anggukan beberapa temannya yang lain.

Menurutnya, setelah kabel terputus sempat mengenai tangannya. Ia sendiri sebenarnya akan jatuh, untungnya berhasil meraih tangan temannya dan juga digelandang bonek yang lain.

Sementara itu, sejumlah saksi mata di tempat kejadian perkara (TKP) menyebutkan, bahwa mereka juga tidak percaya pemuda yang jatuh dari gerbong KRD itu masih hidup.

"Saya lihat ia bangun dan beberapa kali terjatuh saat berjalan. Selain itu ia juga nampak sempoyongan," kata Hadi Saad (47), warga Desa Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro.

Hadi yang saat itu sedang berjualan sate tak jauh dari SMT awalnya berniat membantunya. Namun, pemuda dengan kaos oblong warna hitam bermotif putih itu malah ketakutan.

"Katanya tidak apa-apa dan pemuda itu dengan langkah gontai berjalan kaki ke arah barat. Katanya mau langsung ke stadion melihat Persebaya bertanding," tambahnya.

Hal senada juga dikatakan Sarina (80), abang becak warga setempat. Menurutnya, pemuda yang jatuh dari kereta itu sakti. Sebab, ia tidak tewas walaupun dengan luka memar dan bibir berdarah.

Kapolsek Kapas, AKP Tabhita Resley menegaskan, beberapa anggotanya yang mengecek ke lapangan hanya mendapatkan kesaksian Hadi Saad dan Sarina yang mengetahui pemuda 20-an tersebut terbangun disebelah selatan rel kereta api. "Korban tak tewas, walaupun berjalan dengan jatuh bangun menuju ke stadion," tambah Tabhita (beritajatim.com)
Read More...

TERIMA KASIH BOROMANIA... TERIMA KASIH BOROMANIA

Spanduk dari boromania "Boro-Bonek Satu Hati", terpampang jelas dikibarkan oleh para Boromania sambil mengitari lapangan. Sementara ratusan bonek bernyanyi terima kasih boromania.. terima kasih boromania, bonek boro kita sodara" terus bergema diantara puluhan ribu boromania di stadion sudirman bojonegoro. Awalnya ratusan Bonek setelah melepas atribut dan sebagian besar membalik kaos-nya dan bahkan banyak yang bertelanjang dari stasiun bojonegoro bergerak berjalan menuju stadion dengan pengawalan ketat pihak kepolisian. Rombongan bonek sempat
berpapasan dengan ribuan boromania yg menumpang truk dan kendaraan roda dua. Kedua kelompok ini pun saling memberikan salam dan nyanyian "Boro - Bonek kita sodara, Boro Bonek kita sodara......" Sementara di dalam stadion nampak penonton sudah berjubel dengan suara nyanyian suporter yg terus menggema. Luar Biasa !! semoga pertandingan aman dan lancar.. syukur - syukur persebaya menang !!

Read More...

Bonek Nekad datang ke Bojonegoro

Pasca kerusuhan di gresik saat persebaya lawan GU United berbuntut larangan Panpel dan Polres Bojonegoro terhadap kedatangan Bonek di Bojonegoro dalam laga Persibo vs Persebaya di stadion Letjen H Soedirman. Namun larangan tersebut tidak berlaku bagi sebagian bonek yang datang tanpa koordinasi mulai minggu dini hari tadi. Beberapa kelompok bonek bahkan nampak sudah menggelar spanduk ukuran raksasa di depan stadion.



Dan sebagian terkena sweeping di stasiun Bojonegoro. Dari hasil rasia ditemukan banyak batu di tas yang di bawa bonek. Ditengarai batu-batu disiapkan untuk membalas jika ada lemparan di daerah lamongan yang merupakan basis pendukung persela lamongan.

Semoga bonek bisa tertib dan tidak berbuat rusuh seperti kejadian di gresik kemarin.





Perkembangan Terakhir pukul 12.00 WIB:

Ratusan bonek kembali datang di bojonegoro, mereka datang dengan naik di atap kereta KRD. Stasiun Bojonegoro sendiri di jaga oleh ratusan aparat keamanan. Sementara kabar dari stadion, ratusan bonek baik dengan atau tanpa atribut nampak berbaur dengan rekan-rekan boromania, bahkan sebagian nampak asyik bermain futsal di depan stadion ditemani oleh rekan-rekan boromania. Salam damai buat boromania! Read More...

Bonek Bule Dukung Persebaya

SUPORTER bondo nekat alias bonek ternyata tidak hanya datang dari Surabaya dan sekitarnya. Tapi, ada yang berasal dari Eropa. Itu tampak saat Persebaya Surabaya melakoni pertandingan home melawan PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (28/4).

Di salah satu sudut tribun VIP tampak sejumlah wajah bule. Yang menarik, mereka juga mengenakan atribut Persebaya. Saat Persebaya mencetak gol, mereka ikut bersorak dan mengepalkan tangan ke udara. Tentu, mereka bukan bonek dari Surabaya.

''Kami adalah mahasiswa ekonomi dari VU Universiteit Amsterdam. Kami berada di Surabaya untuk melakukan riset bisnis,'' kata Chakir Bouichi, salah seorang di antara bonek bule itu, mewakili sebelas kawannya.

Cewek cantik berambut coklat dengan postur dan paras bak model tersebut mengaku tahu tentang Persebaya dari internet. Mereka kemudian memutuskan datang untuk menonton langsung. ''Awalnya, yang ingin nonton itu teman-teman cowok. Tapi, saya dan teman-teman cewek lainnya penasaran dan ikut nonton,'' ujaranya dalam bahasa Inggris.

Karena tak ingin sekadar datang dan nonton, mereka pun menyempatkan berbelanja atribut Persebaya. Sejumlah kaus, topi, dan syal mereka borong dari pedagang kaki lima yang mangkal di kawasan Tambaksari.

Tanpa atribut, sebenarnya para bule itu sudah menarik perhatian. Para lelaki tampil kasual dengan kostum Persebaya dan celana pendek bercorak army look. Para perempuan tampak eye catching dengan rambut blonde yang ditunjang wajah-wajah jelita khas Eropa. Mereka memadukan atasan Persebaya dengan rok bergaya bohemian atau hot pants.

Tak pelak, aksi para bonek bule tersebut menambah kehebohan suasana. Bahkan, panita pelaksana pertandingan Persebaya pun memanggil mereka turun ke lapangan untuk menerima penghargaan. ''Kami tak menyangka bisa disambut sehangat ini di sini. Ini sungguh luar biasa,'' ungkap Bouichi. Pada akhir laga, mereka juga mendapatkan bonus foto bareng pemain-pemain Persebaya
Read More...

Bonek dan Aremania Akhiri Perselisihan

Malang-Pertemuan supporter seluruh Indonesia di Stadion Gajayana Malang Sabtu (06/12/2008) malam ini ternyata membawa berkah tersendiri bagi keberlangsungan dan kemajuan dunia sepak bola tanah air.

Hal itu bisa dilihat dari sambutan hangat Aremania kepada Bonekmania yang mau menghadiri acara silaturahmi antar suporter ini, "Senang, Mas, bisa datang di Malang dan disambut dengan hangat," kata Imron, kordinator Bonek dari Yayasan Supporter Surabaya, Sabtu (06/12/2008).






Bonekmania yang berjumlah 10 orang perwakilan supporter merasa nyaman dan terkesan dengan acara silaturahmi ini.

Selain kelompok supporter Persebaya, hadir juga manajer Persebaya Surabaya Indah Kurnia ditemani Wastomi, "Senang bisa ditengah Aremania dengan perasaan aman dan nyaman, awalnya sempat khawatir juga, tapi dengan sambutan Aremania yang hangat kami merasa aman," katanya.

Ia juga akan menindaklanjuti pertemuan ini dan akan menyosialisasikan pertemuan ini ke Bonekmania agar menyelesaikan perselisihan yang ada selama ini.

Sementara ketua panitia silaturahmi supporter se Indonesia, Andri mengaku senang dengan kehadiran Bonekmania pada acara ini, "kami merasa senang Bonekmania bisa datang, kami juga akan berusaha mengakhiri perselisihan yang ada selama ini," kata Andri.

Selain Bonekmania, kelompok supporter yang juga sedikit berselisih dengan Aremania seperti Sakeramania, pendukung Persekabpas Pasuruan juga tampak hadir dalam acara tersebut dan mengaku senang dan ternyata tidak seperti bayangan sebelumnya.

Sedangkan kelompok supporter dari Persikmania belum bisa menghadiri acara silaturahmi supporter se Indonesia II yang akan dideklarasikan malam ini (beritajatim.com)
Read More...

Dari menjadi Bonek kemudian Untuk Bonek

Dulu saya juga pernah jadi Bonek, Apalagi Gelora tambaksari bukan lah tempat yg asing buat saya. Suatu ketika saya merasakan atmosfer pertandingan yg luar biasa ketika Persebaya melawan Persija dan Persebaya Juara LI untuk kedua kalinya. Saya pun bermimpi bahwa "Suatu hari pun, giliran orang yg akan menonton saya di lapangan ini".. yg kala itu si kecil Andik sudah masuk di klub muda persebaya.

Kini nama Andik sudah menjadi semakin bersinar diantara pemain-pemain senior Persebaya. Tak ada yang mengingkari bahwa Andik Vermansyah, pemain belia hasil pembinaan Persebaya, menjadi bintang dalam pertandingan Green Force melawan Persigo Gorontalo, Sabtu (1/11/2008).

Diturunkan menggantikan pemain gaek Putu Gede yang cedera pada babak kedua, Andik tak ubahnya 'teroris' bagi Persigo. Kecepatannya meliuk-liuk meneror pertahanan tim tersebut. Tak ada jalan lain. 'Sang teroris' harus dihentikan dengan pelanggaran.

Aksi Andik membuat Bonek terhibur. Saat Andik membawa bola, namanya diteriakkan. Bahkan, saat pemain lawan melibasnya dengan keras, penonton langsung berdiri dan berteriak keras: 'Heeeei...", sembari mengacungkan jemari meminta wasit mengeluarkan kartu.

"Andik koyok Lionel Messi, cuk," seru seorang Bonek berkacamata. Gol perdananya yang indah untuk Persebaya membuat Bonek berharap Andik diberi kesempatan lebih banyak untuk bermain dari menit awal.

Para Bonek agaknya sudah menemukan idola baru, jika kelak Sugiantoro lengser. Selama ini, Sugiantoro menjadi ikon Persebaya karena pemain asli binaan klub.

Kini ada Andik, yang semakin menegaskan posisi Persebaya sebagai klub pencetak pemain berbakat yang produktif. Andik semakin dekat dengan para Bonek, karena pemain muda ini juga bagian dari Bonek, komunitas pendukung berat Persebaya. Read More...

Negatif Thinking sekelompok Aremania

Tidak sengaja googling di internet menemukan sebuah artikel dari blog milik RCBFM for Arema dengan judul "Persebaya menyusun taktik ?? " inti dari tulisan tersebut adalah mengomentari ke-getolan persebaya dalam menggalang kekuatan untuk menggelar Munaslub. Seperti komentar dari Tembel "Persebaya menurut Tembel sangat berkepentingan tidak saja untuk Superliga dan dana APBD. Komentar lainnya senada dengan tembel gerakan Saleh Mukandar dari Persebaya harus disikapi waspada, jangan sampai Arema ikut arus yang nantinya merugikan Arema sendiri" --> Komentar yang aneh !!

Sangat di sayangkan memang, suporter yang baru-baru ini menggalang kekuatan untuk mengadakan gerakan revolusi PSSI, seharusnya menyikapi positif langkah yang di lakukan Persebaya ini. Bila perlu ajak duduk bersama klub-nya untuk ikut berjuang. Bukankah moment seperti ini bisa jadi kesempatan untuk rekonsiliasi antara Persebaya & Arema bersama Bonek dan Aremania ?? kalau memang sejalan yaitu sama-sama ingin mewujudkan reformasi PSSI, kenapa kok tidak bergerak bersama ? Bukan karena ini Persebaya terus berkomentar yang justru merusak gerakan moral tsb. Lalu apa sebetulnya yang diperjuangkan oleh KERA - KERA dari kota bakso tsb selama di jakarta kemarin ? banyak yg berkomentar itu karena gerakan BARISAN SAKIT HATI, buat kelompok yang di rundung masalah akibat ulah suporternya di kediri. Dan terbukti gerakan tsb hanya di ikuti oleh segelintir orang "BARISAN SAKIT HATI" tsb. Sekali lagi berpikirlah yang bersih dan dewasa dan tidak asal nuduh. Persebaya lewat pernyataan Saleh Mukadar sendiri tidak terlalu berambisi untuk tampil di Liga Super dan bukan pula alasan APBD trus persebaya punya niat di balik gerakan munaslub. Lalu apa hubungannya ? Apa yang bisa di harapkan dari Liga Super kalau persoalan di tubuh PSSI sendiri masih carut marut. Dan apa yang salah dari Saleh Ismail Mukadar yg berencana untuk mem-pelopori klub-klub di Indonesia untuk menggalang munaslub ? Coba lah kawan renungkan kembali pernyataannya. Kalau sudah satu kata "SEPAKAT" untuk gulingkan Nurdin Halid... Ayo Bareng-Bareng !! weleh-weleh katanya dewasa kok malah di ajari. (Rama Prasetyo - Bonek)
Read More...

Suporter Dukung Persebaya Lengserkan Nurdin Halid

Surabaya - Upaya Persebaya untuk melengserkan Nurdin Halid dari tahta Ketua Umum PSSI, mendapat dukungan dari pendukung tim berjuluk Bajul Ijo.

Hal ini seperti yang dikatakan dedengkot kelompok suporter Persebaya, Wastomi Suheri, koordinator Yayasan Supporter Surabaya (YSS), Jumat (11/4/2008) menanggapi agenda Pengcab PSSI Suabaya yang ingin mengundang Pengcab PSSI se-Jatim untuk membicarakan nasib sepak bola tanah air setelah muncul ancaman pembekuan dari FIFA dan AFC.

"Kita siap mendukung upaya pengcab Surabaya. Setidaknya, kami kelompok suporter Surabaya juga ingin memikirkan nasib sepak bola tanah air. Bagamanapun munculnya sanksi FIFA dan AFC jelas mempengaruhi prestasi klub atau tim di tanah air untuk berlaga di kompetisi internasional," terang Wastomi.

Tak ayal, hal sama pun juga dilakukan YSS. Bila Pengcab PSSI Surabaya menggalang kekuatan dengan mengumpulkan Pengcab se-Jatim, kelompok suporter Surabaya ini pun juga tidak ketinggalan yaitu menggalang kekuatan dari sektor suporter.

"Komunikasi akan kita lakukan pada pendukung tim yang masuk di divisi utama atau super liga di Jatim. Karena ancaman FIFA dan AFC tersebut, jelas membunuh prestasi klub yang bakal berlaga di divisi utama dan super liga," jelasnya.

Dan langkah kongkritnya, penggalangan kekuatan supporter ini, dikatakan Wastomi bakal dilakukan Sabtu (12/4/2008) besok.

Namun, lanjutnya, setidaknya untuk tahap awal ini tidak kurang 12 kelompok suporter yang bakal diusung untuk ikut mencari solusi persoalan sepak bola tanah air(beritajatim)
Read More...

Kebersamaan Dalam Photo





Read More...

Karya Photo Fantastis !!!


Photo ini bukan hasil rekayasa, ini adalah photo asli karya wartawan foto Jawapos (Sholihudin).

Dalam gambar tsb kita bisa melihat bagaimana paniknya Bonek yang menumpang truk militer yg mengangkutnya sehabis menonton pertandingan Persebaya ketika persis mendapati moment-moment, ketija truk hampir mengguling. Terlihat jelas juga ekspresi si pengemudi yg berusahan mencari keseimbangan. Bagaimana beberapa orang bonek berusaha melompat, lari dan yang masih terlihat di bawah box truk terekam dengan jelas. Tapi syukurlah dalam insiden yg terjadi di thn 1993-an ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Photo ini merupakan Karya masterpiece fotografer Sholihudin (JAPOS), yg akhirnya memenangkan World Press Photo (WPP) atau Foto Jurnalistik Dunia kategory Sport thn 2000-an (www.worldpressphoto.org). Luar Biasa !!!
Read More...

Bukti Kebesaran Bonek


Di negeri tetangga, saat ini lagi ramainya dimana telah di putar sebuah film yg konon adalah sebuah represent yang tentunya tidak hanya menggambarkan sebuah kelompok suporter yg selama ini di cap sebagai suporter cinta damai dan anti anarkis,

tapi juga menggambarkan apa dan siapa sih sesungguhnya mereka. Ini tentunya tidak main-main krn kapanpun film ini tentunya akan jadi pegangan buat generasi-generasi mereka. Tapi patut di sayangkan jika sebuah film yg sebetulnya pantas untuk dimiliki oleh siapa saja yg mengaku suporter Bola di Tanah Air, tidak terkecuali Bonek. Isinya mengandung suatu hujatan yg tentunya sangat tidak pantas untuk di tiru oleh generasi manapun di negeri ini. Sebelum beredarnya film ini sebetulnya cerita tentang film ini sudah sering ditulis di beberapa milis maupun situs-situs bola di tanah air. Yang terbayang adalah bagaimana suporter negeri tetangga akan menunjukkan eksistensinya, kreatifitasnya dalam tribun dan tentu nyanyian-nyanyian positif yg membangkitkan spirit dan semangat buat siapapun yg menontonnya. Tokoh utama yg menjadi simbol dalam film tsb adalah Yuli Sumpil, dengan diikuti oleh kaum-kaumnya di tribun stadion bagaimana bersemangatnya berteriak.. Bonek-bonek.... J^&*&*&*K. Apakah memang sudah tidak ada lagi kebanggan dari suporter tsb selain hanya memaki ? apakah pantas film seperti dijadikan sejarah dan pantas dimiliki oleh generasi-generasi muda suporter Indonesia ? bahkan oleh generasi 'Aremania' ? bagaimana orang tuanya kelak membeberkan kepada anak-anak mereka, generasi mereka bahwa ini lah citra suporter cinta damai, tapi isinya hanya hujatan ? dan bagaimana juga generasi-generasi mudah bonek kelak dengan menyikapi film tsb ? apakah sudah menjadi keharusan bahwa antara suporter Persebaya (Bonek) dan Aremania memang di kulturkan untuk selalu bermusuhan selamanya ?. Sekali lagi kita cuman butuh kejujuran dan kedewasaan untuk saling menghormati.

Sekali lagi buat Bonek, hehe... ini semakin menunjukkan bahwa betapa besarnya kita ini, kita disegani kawan maupun lawan kita. Mereka tidak cukup untuk menghujat di lapangan dan tribun saja, tapi mereka perlu membuat film untuk mendokumentasikan ini bahwa begitu besarnya arti 'Bonek' buat mereka. Barangkali mereka sudah tidak punya cara lagi selain dengan hujatan-hujatan thd Bonek.

Sekali lagi terima kasih buat pembuat film : Andi Bachtiar Yusuf (Seorang Jakmania) yg sudah menciptakan jurang yg semakin terjal di antara suporter- suporter di Jawa Timur khususnya Bonek dan Aremania. (Rama Prasetyo - Bonek)
Read More...

Sejarah Panjang Bonek


Kami tak tahu, kapan kami mulai lahir......
Semuanya mengalir dan berjalan melintasi waktu
Dengan apa adanya......
Sampai saat inipun kami masih aktif mengorganisir
Diri kami dan menjalin.

tali persahabatan.....
Dari masa ke masa...hingga era kini...
Kami selalu dihujat... di caci.....
Kami sudah kenyang dengan nasi vonis.....dengan
Lauk pauknya komdis..serta..piringnya Komding
Kami mohon ma’af..atas ulah adik-2 kecil kami
Yang selalu meresahkan selama ini...
juga peringatan bagi oknum-2 yang selama ini memanfaatkan
atas nama kami...slogan kami...
Keberingasan bukan semboyan kami
Apapun cerita kami diluar sana......
Apapun foto-foto kami diluar sana.....
Apapun Ulasan-2 kami diluar sana
Sangat bermanfaat bagi mereka-mereka yang
Menghujat kami..!
Kami tidak butuh...pembenaran...
Kami tidak butuh..alasan
Inilah kami.....para BONEK yang tetap exist..
SAMPAI KINI.....
Tak sebilah Pedangpun bisa melukai diriku..
Tak lelah dan tak akan habis keringat kami
memperbaiki citra BONEK...
sampai kapanpun kami akan terus bersama
bersatu memeperbaiki diri..
AYO BERSAMA KITA BANGUN NAMA BONEK
Dengan rasa Cinta dan Kebersamaan...........
Tak ada yang lain, selain dirimu..
Yang selalu kupuja...
Ku sebut namamu..
Disetiap hembusan nafasku
Ku sebut namamu...
Ku sebut namamu.
Read More...

BONEK: Dulu dan Sekarang

Berbicara tentang sepakbola pasti tidak akan lepas dari yang namanya pendukung atau supporter.

Di dunia kita telah mengenal nama–nama supporter fanatik club-club besar dunia, seperti Milanisti (AC Milan), Madridisti (Real Madrid), dll. Di Indonesia sendiri juga dikenal nama-nama supporter super fanatic, sebut saja Bonek (Persebaya), Viking (Persib), Brajamusti (PSIM), Panser Biru dan Snek ( PSIS ), dsb.

BONEK
Mendengar nama Bonek sebutan supporter kesebelasan kebanggaan arek-arek suroboyo yaitu Persebaya Surabaya, pasti tidak asing lagi di telinga para pecinta bola di tanah air, mungkin juga di dunia.
Bonek adalah gerombolan anak muda supporter sepak bola yang datang ke pertandingan sepak bola dengan modal nekat. Nama Bonek sendiri muncul ketika pada tahun 1988 Persebaya lolos ke final di istora senayan. Dengan menggunakan 110 bus dan dikoordinir oleh pak Dahlan Iskan yang pada waktu itu menjabat sebagai pemimpin redaksi harian Jawa Pos, bonek menyerbu Ibukota untuk memberikan dukungan pada tim kebanggannya Persebaya Surabaya. Sedangkan yang tidak terkoordinir datang menggunakan kereta api dengan membawa modal pas-pasan mereka tetap nekat datang ke Jakarta, karena kecintaannya pada Persebaya Surabaya. Berbicara bonek tidak saja berasal dari Surabaya, melainkan seluruh Jawa Timur pada umumnya, seperti Pandaan, Pasuruan, Mojokerto, dsb. Dengan modal pas-pasan serta kenekataanya itulah masyarakat menamakan pendukung Persebaya Surabaya dengan sebutan Bonek alias Bondo Nekat (modal nekat).

Sekarang ini Bonek telah mengalami perubahan yang sangat pesat, tepatnya 5 tahun yang lalu. Sebagai contoh adalah Bonek menerima dengan ramah supporter Persib Bandung yaitu Viking, dan supporter PSIS Semarang (Panser Biru), yang notabene keduanya pada tahun sebelumnya merupakan musuh bebuyutan Bonek. Sempat ada omongan dari teman-teman Viking, kala itu mereka berangkat ke Surabaya dengan perasaan tidak tenang dan mereka berjanji akan mencari pos polisi terdekat serta rumah sakit terdekat jika nantinya terjadi hal yang tidak diinginkan, akhirnya rasa takut dan cemas itu sirna melihat perlakuan yang sangat baik dari Bonek. Setelah Viking tamu-tamu berikutnya silih berganti mengunjungi Tambaksari yg terkenal angker buat siapapun seperti : Ultrasmania Gresik, Persikmania Kediri, Banaspati, Deltamania dan suporter PSMS Medan maupun Wamena dalam laga lanjutan 8 besar LI kemarin.

Untuk merubah citra negative yang telah melekat dalam diri Bonek tidaklah muda seperti kita membalikkan telapak tangan kita. Bonek sendiri ada dua yaitu Bonek Terkoordinir dan Bonek tidak terkoordinir atau biasa disebut Bonek Liar. Merubah citra Bonek telah berbagai cara dilakukan oleh YSS (Yayasan Suporter Surabaya), selaku wadah supporter Surabaya, saat ini YSS telah memiliki 6.000 anggota. Jumlah itu masih sedikit mengingat kapasitas stadion Gelora 10 November adalah 25.000. Bapak Wastomi Suhari mengemukakan “ merubah image Bonek yang terpenting adalah adanya peran serta masyarakat agar memandang Bonek tidak dari sisi negativenya saja, tetapi lihat juga sisi positifnya.
Read More...