Mengapa bukan Fredy atau Ivan Kolev ??
Untuk itu saya kembali menghubungi beberapa pelatih termasuk Ivan Kolev untuk melatih Persebaya,sayangnya dibutuhkan waktu paling cepat tiga minggu untuk mengurus administrasi Ivan Kolev,sementara pada sisi yg lain kita tdk mungkin menaikkan salah satu asisten pelatih menjadi pelatih kepala ketika mental team dalam kondisi drop pasca pertandingan melawan Persijap.
Setelah pendekatan dengan Fredy gagal saya menghubungi beberapa pelatih lokal dan asing juga membangun kembali hubungan dengan petinggi2 BLI untuk mengurangi tekanan non teknis yg sangat terasa sepanjang putaran pertama berlangsung.Sebenarnya saya tetap bertekad memberikan kesempatan kepada Danur untuk terus melatih bila saya mampu membenahi materi pemain yg memang menjadi masalah utama team.Upaya merekrut pemain baru untuk pengganti pemain yg jelek kontribusinya nyaris gagal karena kita selalu kedahuluan team2 lainnya dan saya amat yakin itu bagian dari gangguan non teknis yg menimpa kita maka pendekatan ke petinggi BLI dalam banyak bagian amat penting untuk mengangkat performa team dimusim ini.Alhamdulillah setelah hubungan harmonis terjalin kita relatif lebih mudah menghubungi siapapun tuk membenahi team maupun official,dan hari ini saya telah bersepakat dengan Rudi Wilyam Keltjes sebagai pelatih kepala Persebaya Persebaya dan juga Insya Allah bisa memperbaiki beberapa materi pemain di tengat waktu yg amat pendek.saya hanya mohon doanya agar Persebaya di tangan pelatih yg baru bisa tampil lebih semangat lg dgn karakter asli Persebaya dan mampu mendudukan Persebaya pada posisi yg pantas di ISL musim ini. (Ditulis oleh. Saleh Ismail Mukadar)
Read More...
Asal Ada Anang, Rudy Keltjes Siap Gantikan Danur
Ketika dihubungi wartawan, Kamis (25/2/2010) sore tadi, Rudy mengaku tahu jika dirinya dikaitkan dengan Persebaya. "Saya masih belum tahu. Manajemen juga belum menghubungi saya," aku Rudy.
Mantan pelatih Deltras Sidoarjo dan PSMS Medan itu menambahkan, dirinya saat ini masih berada di Jakarta. Rudy menyebutkan, dirinya hanya mau membesut Bajul Ijo jika pemain gaek yang berposisi di wing back kanan, Anang Ma'ruf dipertahankan manajemen Persebaya.
Ungkapan Rudy memang tidak mengada-ada. Sebab Rudy mengaku dirinya adalah salah satu fans pemain yang mengenakan kostum 15 itu. Ia beranggapan, selain elegan, Anang juga punya keistimewaan yakni umpannya yang sangat memanjakan striker-striker Persebaya.
"Dia adalah pemain bagus. Kalau saya bisa menyebut, dia adalah playmaker di sisi kanan Persebaya," papar ayah dari pesepakbola, Steven Keltjes itu.
Sementara itu, kabar bergabungnya Rudy ke Persebaya memang masih belum pasti. Sebab, manajemen Bajul Ijo hingga kini belum mengumunkan secara resmi siapa pengganti Danurwindo. Sedangkan, Danur sendiri dikabarkan bakal diangkat sebagai direktur teknik Persebaya (beritajatim.com) Read More...
Danurwindo Dipecat (?)
Siang ini, memang manajemen mengumpulkan seluruh pemain beserta tim pelatih. Tapi dalam pertemuan itu tidak semua pemain datang. Enam pemain absen dalam pertemuan tadi, yakni Ngon A Djam, Andi Oddang, Satrio Syam, Supriyono, Josh Maguire dan John Tarkpor.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, pertemuan itu berlangsung kurang lebih selama satu jam. Inti dari pertemuan itu adalah pengumuman pemecatan Danurwindo. Menurutnya, dalam pertemuan tadi, manajemen juga menyebutkan pengganti Danur, yakni Rudy Keltjes.
''Ada baiknya kalau sampeyan juga konfirmasi ke manajemen,'' kata sumber yang mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan itu.
Dikonfirmasi mengenai hal ini, manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar masih malu-malu untuk mengungkapkan kenyataannya. Namun dari pernyataannya, mengindikasikan bahwa Danur memang tidak berumur panjang di tim yang identik dengan warna hijau itu.
''Sampai dengan hari ini Pak Danur masih pelatih Persebaya. Tapi saya tidak tahu nanti malam atau besok apa tetap melatih disini,'' ucap Saleh seolah menutupi hal yang terjadi.
Sementara itu, Danurwindo hingga kini belum memberikan komentar atas kabar pemecatan itu. Ketika beritajatim.com sudah mencoba menghubunginya, namun tidak ada respon dari Danur.� Tapi yang jelas, sebelumnya asisten manajer Persebaya, Cholid Goromah mengungkapkan jika posisi Danur akan dinaikkan menjadi penasehat teknis (beritajatim.com)
Read More...
Saleh : Mengapa saya memilih Danurwindo ??
Pada tahun 2003, saat Pak Bambang DH dilih Pengcab PSSI Surabaya sebagai Ketua Umum Persebaya, saya dimintai tolong untuk membantu beliau. Saya diminta agar menyusun kabinet kepengurusan Persebaya saat itu. Saat menentukan siapa yang menjadi ketua harian, saya disodori dua nama oleh Pak Soekamto Hadi. Satu nama adalah pengusaha lokal Surabaya yang sangat suka bola dan nama kedua adalah Haji Susanto.
Dijelaskan bahwa saya lebih baik memilih pengusaha tersebut karena yang bersangkutan akan mudah diatur, bisa mendengar / menerima masukan, mau berkorban dengan waktu tenaga pikiran dan juga biaya pribadi dalam mengurus sepakbola. Saya juga diminta untuk tidak memilih H Santo yang katanya susah diatur, cenderung menjadi sosok pemberontak, tidak memiliki duit, dan memiliki banyak musuh.
Kedua orang tersebut belum saya kenal sama sekali. Baik H Santo maupun pengusaha tersebut. Tetapi justru karena laporan tentang trade recordnya tsb saya lebih tertantang untuk milih Haji Santo ketimbang yang lain. Mengapa? Karena saya memiliki keyakinan, bahwa dibalik berbagai informasi yang negatif tentang Haji Santo tersebut, pasti ada kelebihan postif lainnya yang menjadi potensi orang tersebut.
Karenanya sekalipun Pak Kamto dan teman-teman lainnya merasa heran dan keberatan, saya tetap mengambil sikap bulat untuk memilih almarhum Haji Santo sebagai ketua harian. Pilihan saya tentu mengundang polemik yang luar biasa di internal Persebaya. Tapi saya yakin bahwa polemik tersebut hanya bisa dijawab oleh prestasi dan hasil kerja di kemudian hari. Dan karenanya saya tetap dengan keputusan tersebut dan bekerja sama dengan Beliau dari tahun 2003 sampai saat sama-sama dihukum oleh PSSI pada akhir 2005.Terbukti kemudian bahwa dengan bantuan almarhum sekalipun dalam tengat waktu yang pendek dari November 2003 sd September 2005 kami membawa Persebaya sebagai Runer Up Piala Bang Yos,Juara Nasional Divisi Utama Indonesia (sekarang ISL),mengikuti champion Asia,empat besar Divisi Utama 2005.
Sama juga halnya saat saya mengambil Jacksen F Tiago sebagai pelatih Persebaya. Jacksen memang mantan bintang Persebaya, tapi saat itu dia hanya memiliki pengalaman sebagai pelatih klub internal Persebaya, Assyabaab. Banyak yang mengeritik saya, kenapa klub sebesar Persebaya dilatih oleh 'pelatih' kacangan. Tapi karena saya punya keyakinan bahwa Jacksen memiliki potensi dan kemampuan untuk melatih Persebaya, sekalipun protes dan caci maki datang dari begitu banyak orang, saya tetap teguh dengan keputusan yang saya ambil.
Sekarang, dengan alasan yang sama pula, saya memilih Danurwindo. Saya juga memiliki keyakinan bahwa sosok Danurwindo memiliki potensi yang bisa membawa Persebaya meraih sukses dalam menapaki Liga Super.-----
Read More...
Danurwindo resmi besut Persebaya
"Secara resmi kita umumkan bahwa pelatih Persebaya adalah Danurwindo. Kita belum bisa mengumumkan sebelumnya karena memang permintaan beliau. Tapi kita sudah mencapai kesepakatan, termasuk beberapa intruksi tentang perburuan pemain," kata Saleh kepada wartawan, Rabu (5/8/2009).
Untuk itu, lanjut Saleh, selain tinggal menunggu kesempatan teken kontrak dengan Danur, mantan pelatih timnas Primavera, Arema Malang dan Persija Jakarta itu memastikan bakal langsung menangani tim pada tanggal 22 Agustus mendatang usai mengikuti program kepelatihan lisensi A AFC.
Selain itu, meski Danur belum bergabung, Saleh juga mengatakan bila Persebaya sudah akan bisa menggelar latihan perdana bersama pemain yang telah ada Minggu depan. "Minimal senin depan kita sudah bisa latihan perdana sambil nunggu Danur datang 22 Agustus," katanya.
Mengenai siapa yang akan memimpin latihan perdana, Saleh mengatakan semua akan diserahkan ke pelatih kepala untuk menunjuk asisten. Sebab selama ini, lanjutnya, wewenang pemilihan asisten berada ditangan Danur.
"Untuk asisten itu wewenang pelatih, entah itu siapa. Tapi yang jelas kita berharap bisa memanfaatkan tenaga asisten dari lokal sini. Bisa jadi Ibnu Grahan, Gomes de Olivera atau Machrus Afif. Makanya sebelum latihan perdana, mengenai jabatan asisten pasti akan sudah diputuskan," ungkapnya (beritajatim.com)
Read More...
Vijay Tinggal Teken Kontrak
Hal ini dikatakan Saleh kepada wartawan, Rabu (5/8/2009). "Perburuan pemain lokal terus kita lakukan. Dan untuk saat ini tidak mungkin kita umumkan dulu sebelum ada deal atau kesepakatan. Yang jelas, dari beberapa pemain yang kita buru, diantaranya ada pemain nasional untuk posisi striker, gelandang dan stopper," katanya.
Tak ayal, hal itu memicu kabar spekulasi bahwa beberapa pemain incaran Persebaya dari skuad timnas diantaranya untuk striker bisa jadi adalah Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Rahmat Rivai, Musafri dan Saktiawan Sinaga. Sedangkan untuk posisi gelandang, mereka diantaranya adalah Mahyadi Pangabean serta stopper Legimin Raharjo.
Sementara yang terbaru, Saleh memastikan telah mengikat mantan gelandang bertahan Sriwijaya FC, Vijay. "Kita sudah deal dengan Vijay pagi tadi di Jakarta," ungkapnya.
Bahkan, Vijay dikatakan akan datang ke Surabaya untuk menandatangani kontrak pada Senin depan (beritajatim.com)
Read More...
Deal, Persebaya Rekrut Ngon A Djam-Jhon Tarkpor
"Kita sudah deal dengan mereka Selasa malam di Jakarta. Jadi tiga jatah pemain asing Non Asia untuk Persebaya telah kita penuhi, tinggal dua lagi dari Asia," kata Saleh kepada wartawan, Rabu (5/8/2009).
Sebelumnya, selain merekrut mantan striker Sriwijaya FC dan gelandang Persitara itu, Persebaya telah mengikat Anderson da Silva, stopper asal Brasil untuk tetap bertahan.
Namun, disinggung mengenai plafon harga kontrak ketiga pemain asing tersebut, Saleh terkesan tertutup. "Soal harga saya lupa, tapi yang jelas, mereka tinggal teken kontrak," ujarnya.
Sedangkan mengenai dua pemain asing Asia yang menjadi kewajiban yang dimiliki setiap klub ISL dari 5 pemain asing yang ada, Persebaya mengaku ditawari tiga pemain tim nasional Iran oleh seorang agen.
"Mereka katanya dari skuad timnas senior. Tapi saya tidak tahu apakah itu skuad timnas senior yang sekarang atau kapan. Yang jelas, mereka berposisi sebagai striker,gelandang dan stopper," tambah Ketua Harian Persebaya, Cholid Goromah.
Read More...
Freddy Muli masih jadi pilihan utama Bonek
Sebetulnya ada kandidat lain yg tidak dimasukkan saleh tapi sangat di cintai dan di idam-idamkan oleh Bonek, yaitu sosok Freddy Mulli. Bagi Bonek sosok Freddy Muli lah yg cocok dengan karakter permainan Persebaya. Freddy Muli juga sosok pelatih yang sangat dekat dengan Bonek. Bahkan dari Polling yang di lakukan oleh situs resmi bonek www.bonek-cyber.web.id nama Freddy menjadi favorit utama. Dan Freddy Muli juga menunjukkan prestasi yang luar biasa selama menangani persebaya. Bonek merasa yakin Persebaya akan bisa berprestasi jika pelatihnya adalah Freddy Muli. Apakah pengurus menerima sosok Freddy Muli ? semoga Bapak Saleh Ismail Mukhadar juga mendengarkan suara arus bawah yaitu suporter Persebaya dan mengakomodasinya untuk bisa menerima kembali sosok Freddy Muli. Kita tunggu saja kabar selanjutnya... Read More...
Kalahkan Persigo 2-1, sebagai modal awal
Samarinda - Persebaya akhirnya berhasil menuai poin penuh pada laga perdananya menghadapi Persigo Gorontalo pada babak delapan besar Divisi Utama Grup K di Stadion Segiri, Samarinda, Senin (18/5/2009).Hal ini setelah pertandingan berakhir, kedudukan 2-1 untuk Persebaya tetap tidak berubah sejak babak pertama.
Namun, raihan tiga poin ini tak membuat Bajul Ijo memuncaki klasemen Grup K lantaran pada pertandingan sebelumnya, Persisam Samarinda menang telak atas Mitra Kukar 5-1.
Sehingga, dengan hasil ini untuk sementara tuan rumah Persisam bertengger di puncak klasemen disusul Persebaya dengan raihan 3 poin.
Sementara itu, lahirnya tiga tendangan penalti pada laga Persebaya melawan Persigo, yang diberikan wasit Syamsudin Lintah, asal Makasar, menurut Bendahara Hendri Suhariyanto saat dihubungi beritajatim.com cukup fair. "Meski ada tiga penalti, tapi semuanya bersih," katanya.
Pada laga selanjutnya, pada 20 Mei nanti, Persebaya akan bertemu dengan Mitra Kukar. Sedangkan tuan rumah Persisam, akan menghadapi Persigo Gorontalo (berijajatim.com) Read More...
Persebaya Kalah lagi dan kandas di babak 16 Besar Copa
Ketinggalan 0-1 membuat kerja pemain-pemain Persitara di babak kedua kian berat. Pasalnya, di babak kedua Laskar Si Pitung harus mampu mengejar devisit 3 gol untuk bisa lolos ke babak 8 besar.
Memasuki babak kedua serangan Persitara semakin bervariasi. Pergerakan ujung tombak Si Pitung Rahmat Rivai juga lebih liar dibanding babak pertama.
Setelah beberapa kali tak berhasil menjebol pertahanan Persebaya, Rahmat Rivai akhirnya mendapat ruang tembak di kotak penalti Persebaya pada menit ke-50 setelah mendapat umpan dari Banaken Bossoken.
Kesempatan ini tak disia-siakan oleh striker yang akrab dijuluki Pochi itu. Tendangan kerasnya ke sisi kanan gawang Persebaya tak mampu dibendung oleh Endro Prasetyo. Skor pun berubah menjadi 1-1.
Lima menit berselang, Pochi kembali merobek jala Persebaya. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti kembali gagal dibendung Endro. Skor pun berbalik 2-1 untuk Persitara.
Selepas dua gol Persitara, pertarungan mulai berjalan dalam tensi tinggi. Kedua tim yang tak ingin kebobolan menerapkan sistem pertahanan sapu bersih.
Insiden perkelahian bahkan sempat mewarnai pertandingan. Pemain belakang Persitara, Regi Radityo dan pemain depan Persebaya Jairon Feliciano baku hantam di menit ke-59'.
Wasit Jajat Sudrajat yang memimpin pertarungan langsung mengganjar keduanya dengan kartu merah.
Kehilangan satu pemain tak mengendurkan semangat Persitara. Bahkan di menit ke-63, Prince Kabier Bello berhasil mencetak gol ketiga bagi timnya melalui sebuah tandukan memanfaatkan sepak pojok.
Gol yang dicetak Bello membuat skor berubah menjadi 3-1 dan agregat menjadi 3-3.
Persebaya mencoba mengejar ketertinggalannya. Namun serangan Andi Odang dan Batoum Roger di babak kedua selalu kandas di kaki pemain belakang Persitara.
Sebaliknya, Persitara akhirnya memastikan diri lolos ke babak 8 besar setelah Pochi mencetak hattrick pada menit ke-82' memanfaatkan bola rebound hasil tendangan John Tarkpor. Skor pun berubah menjadi 4-1 dan Persitara unggul agregat 4-3 atas Persebaya.
Persisam & Persema Jadi Tuan Rumah
Menurut Direktur Bidang Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Joko Driyono, terdapat 11 item yang diperhatikan dalam penunjukan tuan rumah 8 besar. Di antaranya yakni infrastruktur, lokasi, akses, kapasitas stadion, lapangan latihan, stadion pendamping, daya dukung kota, fasilitas hotel, perangkat pertandingan dan catatan disiplin.
"Kedua daerah itu sudah melengkapi seluruh item yang kita inginkan. Utamanya untuk masalah kelengkapan infrastruktur," kata Joko saat dihubungi VIVAnews, Senin 11 Mei 2009.
Sebelumnya, empat klub mengajukan diri jadi tuan rumah babak 8 besar. Masing-masing Persebaya Surabaya, Persikab Kabupaten Bandung, Persema Malang dan Persisam Samarinda.
Persikab gagal jadi tuan rumah, karena gagal lolos ke babak 8 besar. Nasib yang sama juga dialami oleh Persebaya Surabaya. Bedanya, Green Force merupakan salah satu kontestan babak 8 besar.
"Tidak ada pertimbangan lain. Kami hanya memilih daerah yang paling layak saja," kata Joko.
Babak 8 besar Divisi Utama 2008/2009 akan digelar 18, 20 dan 23 Mei 2009. Grup K diisi Persisam Samarinda, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar dan Persigo Gorontalo. Tim-tim ini akan bertarung di Stadion Segiri Samarinda dengan stadion pendamping Sempaja.
Sedangkan Grup L yang diisi Persema Malang, PSPS Pekanbaru, Persiba Bantul dan Persikabo Bogor akan bermain di Stadion Gajayana Malang dengan stadion pendamping Kanjuruhan.
Seperti jadwal yang dirilis BLI, kedua grup akan bermain bersamaan. Pertandingan pertama pukul 15.30 WIB dan kedua pukul 19.00 WIB waktu setempat. Untuk laga semifinal dan finalnya, BLI memilih Stadion Palaran, Samarinda sebagai venue pada 26 dan 29 Mei.
Kewajiban Tuan Rumah
Ditambahkan Joko, sebagai tuan rumah, Persema dan Persisam juga harus memenuhi beberapa kewajiban lainnya. Antara lain, akomodasi tim tamu untuk delapan hari dan transportasi lokal serta match fee sebesar Rp 50 juta.
"Namun, bukan berarti uang ini akan memberikan nilai plus bagi tuan rumah. Karena Komisi Disiplin (Komdis) akan turut mengawasi,” tandasnya.
Sementara itu, tiga tim telah dipastikan terdegradasi dari Divisi Utama musim depan. Mereka adalah Persibat Batang, PSP Padang (Wilayah Barat) dan Persekabpas Pasuruan (Wilayah Timur).
“Sesuai keputusan Raparnas PSSI 2009, untuk musim depan Divisi Utama akan diisi 36 tim. Masing-masing 12 tim terbagi dalam tiga wilayah. Untuk Divisi Satu ada 66 tim dan Divisi Dua 100 tim,” tandas Joko.
Pembagian Babak 8 Besar
Grup K: Persisam Samarinda, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Persigo Gorontalo
Grup L: Persema Malang, PSPS Pekanbaru, Persiba Bantul, Persikabo Bogor
Jadwal Pertandingan
18 Mei
Grup K: Persisam Vs Mitra Kukar, Persebaya Vs Persigo
Grup L: Persema Vs Persiba, PSPS Vs Persikabo
20 Mei
Grup K: Persisam Vs Persigo, Persebaya Vs Mitra Kukar
Grup L: Persema Vs Persikabo, PSPS Vs Persiba
23 Mei
Grup K: Persisam Vs Persebaya, Mitra Kukar Vs Persigo
Grup L: Persema Vs PSPS, Persiba Vs Persikabo Read More...
Jelang Lawan Persibo Bojonegoro
Bahkan, kemenangan tipis pun bisa membuat Green Force -julukan Persebaya- lengser. Sebab, pesaing terberat Persebaya, Persema Malang, diperkirakan pesta gol melawan Perseman Manokwari di Stadion Gajayana, Malang. Ya, saat ini Persebaya dan Persema yang duduk di runner-up sama-sama mengantongi 55 poin. Kedua tim itu hanya terpisah selisih empat gol.
Memang, bukan merupakan pekerjaan mudah bagi Persebaya untuk bisa mengalahkan Laskar Angling Dharma -julukan Persibo- di kandangnya. Namun, karena partai ini sangat menentukan, mau tak mau Persebaya harus berjuang habis-habisan untuk mendapatkan tiga poin dari laga ini.
''Anak-anak sudah siap tempur dan kami harus menang,'' tegas Ibnu Grahan, asisten pelatih Persebaya, kemarin (9/5). ''Meski habis kalah dari GU (Gresik United), fighting spirit anak-anak sudah tumbuh kembali,'' lanjutnya.
Selain itu, kemenangan atas Persibo akan mempermudah langkah Persebaya dalam pencalonan tuan rumah babak delapan besar Kompetisi Divisi Utama Ligina 2008/2009.
Persebaya bertolak ke Bojonegoro kemarin dengan membawa 18 pemain. Tapi, dua pilar dipastikan tidak bermain. Karena Anderson da Silva masih cedera lutut, kemungkinan posisinya diisi Sunaji atau Joao Bosco Cabral. Sementara, pemain yang disiapkan mengisi peran Mat Halil yang terkena kartu merah saat melawan GU adalah Satrio Syam atau Arif Ariyanto.
Di pihak lain, kubu Persibo menyatakan siap menyapu bersih laga melawan Persebaya. ''Kami bisa menang di kandang lawan, kenapa di kandang sendiri tidak bisa,'' seru Sartono Anwar, pelatih Persibo.
Dia juga membantah bahwa timnya akan bermain sabun demi meloloskan Persebaya. Meski, secara matematis, tim polesannya yang kini berada di posisi keenam sudah tidak mungkin menerobos empat besar.
''Kami ingin memburu kemenangan demi menghibur publik Bojonegoro. Karena itu, kami tidak akan bermain untuk kepentingan Persebaya maupun Persema,'' urainya.
Sartono menambahkan, Persibo akan berusaha meraih kemenangan dengan sekuat tenaga pada laga home tersebut. Untuk itu, Persibo akan memperagakan skema ofensif dengan langsung memasang tiga penyerang. Read More...
Makin Yakin Juara Wilayah
SURABAYA - Persebaya Surabaya berhasil menutup laga kandang terakhirnya dengan manis. Pada laga pemungkas yang dimainkan di Gelora 10 Nopember, Surabaya, kemarin (2/5), tim berjuluk Green Force itu berhasil membukukan kemenangan 2-0 (2-0) atas tamunya, Persis Solo.Dua gol Persebaya disumbangkan Batoum Roger pada menit ke-2 dan Andi Oddang pada menit ke-39. Kemenangan tersebut membuat tim yang dilatih Arcan Iurie itu sukses mewujudkan ambisi sapu bersih poin kandang pada putaran kedua Divisi Utama Ligina 2008/2009 wilayah timur.
Bukan hanya itu, tiga poin yang diperoleh Endra Prasetya dkk pada laga tersebut membuat posisi mereka aman di puncak klasemen sementara. Bahkan, saat ini, mereka unggul tiga angka dari peringkat kedua, Persema Malang.
Pada waktu bersamaan, tim yang dilatih Subangkit itu kalah 1-2 saat melakoni away kontra Persibom Bolaang Mongondow. Saat ini, Persebaya mengemas 55 angka, sedangkan Persema masih 52. Dua tim tersebut sama-sama memainkan 24 laga. ''Kami bersyukur bisa kembali menang. Hasil itu membuat kami semakin yakin bisa menjadi juara wilayah timur,'' ungkap Ibnu Grahan, asisten pelatih Persebaya.
Persebaya mengawali laga melawan Persis dengan meyakinkan. Sejak kick-off, mereka langsung menggempur pertahanan tim berjuluk Laskar Samber Nyawa itu. Hasilnya, saat pertandingan baru memasuki menit ke-2, gawang Persis yang dikawal Wahyu Tri Nugroho sudah bobol lewat sepakan Batoum Roger. Penyerang asal Kamerun tersebut berhasil mencetak gol perdananya di Persebaya setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan.
Gol cepat itu membuat para Bonekmania -sebutan pendukung Persebaya- melambungkan harapan bawha tim pujaannya akan berpesta gol. Tapi, memasuki pertengahan babak pertama, pasukan hijau justru mengendur. Jairon membuat penonton hampir bersorak andai saja tendangan saltonya tak membentur mistar gawang Persis.
Gol kedua akhirnya datang lewat aksi Andi Oddang pada menit ke-39. Sama seperti gol pertama, gol tersebut terjadi melalui kemelut. Setelah itu, sejumlah peluang kembali tak menemui sasaran. ''Saya akui, finishing anak-anak memang lemah. Andik (Vermansyah, Red) juga sedang off-day hari ini,'' terang Ibnu.
Sebaliknya, bagi Persis, kekalahan tersebut membuat posisi mereka kembali terancam degradasi. ''Hasil itu mengecewakan kami. Tapi, Persebaya memang bermain lebih bagus dan penuh semangat,'' papar Abraham, manajer Persis. Seusai laga tersebut, Persebaya masih memiliki dua laga sisa yang akan dimainkan di kandang lawan (jawapos.com) Read More...
Andalkan Pemain Muda, Siap Bekuk PSIM sore ini
Sepeninggal enam pemain membuat kesempatan pemain muda untuk unjuk gigi kian besar. Andik Vermansyah dan Lucky Wahyu yang sebelumnya hanya ban serep, kini menjelma sebagai bintang baru.Andik menjadi bintang baru sepeninggal Javier Roca ke Gresik United(GU). Sedangkan Lucky kembali ke pos awalnya setelah sempat diserobot I Putu Gede yang kini bermain untuk Persekabpas.
Penampilan skaud muda tim besutan Arcan Iurie ini sudah terbukti. Tim kuat, Persiwa Wamena dibuat tidak berkutik dengan ulah bocah-bocah Karanggayam. Alhasil, mereka pun lolos ke babak 16 besar, dan tim Persitara sudah menunggu mereka.
Iurie sendiri mengatakan, yang terpenting dirinya menunggu garansi dari sang pemain untuk bermain cemerlang. "Saya hanya tunggu garansi dari mereka untuk bermain baik," ujar Iurie.
Pola 3-5-2 yang diguanakan di era Freddy Muli juga akan diekor Iurie. Ia tidak mau merubahnya, karena pemain sudah terlanjur sreg dengan pola itu. "Kalau pemain sudah cocok, lalu kenapa saya harus merubahnya," lanjut mantan pembesut Persija dan Persib itu.
Andik dan Lucky akan berkolaborasi dengan sesama pemain muda, Taufik untuk mengisi barisan gelandang Bajul Ijo. Sedangkan untuk posisi sayap, duet pemain veteran, Anang Ma'ruf dan Mat Halil nampaknya sudah dipatenkan di posisi itu.
Sedang barisan belakang, masuknya mantan punggawa Persija, Joao Bosco Cabral cukup untuk menutup lubang yang ditinggalkan Bejo Sugiyantoro. Lalu, setelah sempat dibelit cedera, kiper utama Persebaya, Endra Prasetya dipastikan bisa main lawan PSIM.
Nah, maslah datang di lini depan. Dengan adanya pemain baru, Roger Batoum membuat posisi Purwanto terancam tergeser. Apalagi hingga kini mantan pemain Persela itu masih bermasalah dengan trauma atas cederanya.
Soal siapa yg akan turun sebagai kapten persebaya juga masih teka-teki. Mengenai karakter kapten timnya, ia berharap mempunyai sosok yang tidak hanya disegani di lapangan, tapi juga di luar lapangan. "Kapten tim tidak hanya dihormati di lapangan, tapi di luar lapangan juga," ujar Iuri. Hingga saat ini, masih terdapat dua kandidat kapten Persebaya, Endra Prasetya dan Anderson Da Silva. Read More...
Belum ada kepastian jadwal lawan Persiba Bantul
Tentang ketidakpastian ini membuat pelatih persebaya Archan Iuri merasa gusar. Program latihan yang sudah di set untuk menghadapi pertandingan di 12 februari jadi terasa terganggu, terutama masalah fokus latihan dan pembentukkan mental bertanding jelang laga tersebut, apalagi pemain sudah mengetahui rencana tsb. Tapi soal kepastiannya menunggu kabar dari Indah Kurnia dan surat resmi dari polwitabes Surabaya. Tentang mundurnya jadwal pertandingan yang sudah sering terjadi di liga Indonesia sudah tidak terlalu mengherankan buat archan iuri yang sudah 4 tahun berkiprah menangani tim-tim Indonesia."Saya sudah terbiasa dengan jadwal mundur. Ini sudah biasa di Indonesia," katanya sambil tersenyum kecil. Read More...
SUHARNO : PERSEBAYA TIDAK PANTAS DI DIVISI UTAMA
Pelatih Persiwa Wamena, Suharno mengakui keunggulan Persebaya. Dan mengatakan bahwa kekalahan tim-nya 3-0 akibat kurang disiplinnya pemain belakangnya dalam menjaga pergerakan pemain Persebaya, terutama akselerasi Andik Vermansyah dan Taufik yang bermain sangat gemilang di pertandingan sore tadi.Kekalahan kita juga karena kurang beruntungnya kami, bisa di lihat bahwa peluang pemain - pemainnya juga gagal karena kurang kontrol dan terlalu terburu-buru dalam penyelesaian akhir. Suharno memuji penampilan Persebaya secara keseluruhan dan mengatakan bahwa Persebaya tidak pantas berada di Divisi Utama. Kualitas Persebaya sangat pantas bersaing di Liga Super Indonesia. Suharno juga mengelak bahwa kekalahan timnya akibat meremehkan Persebaya. Suharno mengatakan bahwa sebelum pertandingan leg pertama pun kita selalu bilang pada pemain, bahwa jangan meremehkan lawan, apalagi pada leg pertama sebelumnya kita juga tidak dengan mudah mengalahkan Persebaya di Wamena. Secara permainan imbang, bahkan Persebaya mampu menekan di babak pertama, padahal saat di wamena Persebaya banyak kehilangan pemain inti seperti Anang Maruf, Purwanto dan Jairon. Sebelumnya persebaya juga ditinggal 7 pemain pilarnya dan 3 diataranya adalah pemain inti seperti : Bejo, Javier Rocha dan I Putu Gede.
Perlu di ketahui bahwa Persiwa Wamena adalah tim papan atas Liga Super Indonesia. Persiwa juga di kenal tim yang sangat sulit di kalahkan di kandangnya, beberapa tim elit dari tataran pulau Jawa bahkan di kalahkan dengan skor yg cukup telak. DI liga Super sementara Persiwa menduduki peringkat 3 besar di bawah Persipura dan Persija. Read More...
Arcan Iurie Pelatih Baru Persebaya
Surabaya - Persebaya akhirnya memutuskan siapa pengganti Freddy Muli. Tak lain adalah Arcan Iurie Anatolievici, mantan pelatih Persik Kediri.Hal itu seperti yang ditegaskan Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar yang mengaku bila pihaknya telah melakukan kesepakatan baik via telepon atau pembicaraan secara lisan dengan pelatih asal Moldova tersebut.
"Insya Allah tahun baru nanti Persebaya punya pelatih baru. 90 persen dipastikan Arcan Iurie yang akan meneruskan hasil kerja Pak Freddy Muli," kata Saleh Mukadar, Minggu (28/12/2008) malam.
Menurut Saleh, guna merealisasikan kesepakatan lisan tersebut, Arcan sudah setuju akan datang ke markas Persebaya di Karanggayam pada Selasa (30/10/2008) besok untuk menandatangani kontrak secara tertulis.
Hanya saja, Saleh enggan menjelaskan secara detil berapa nilai kontrak yang disodorkan Persebaya ke Arcan. "Yang jelas harganya sesuai dengan kemampuan keuangan Persebaya yang sangat terbatas. Arcan akan kita kontrak sampai akhir musim," katanya.
Arcan adalah mantan pelatih Persija Jakarta, Persib Bandung dan terakhir Persik Kediri. Arcan tidak melanjutkan kontraknya di Kediri lantaran dikabarkan tidak setuju dengan pemotongan gaji sebesar 60 persen dan penghapusan gaji yang belum dibayar selama dua bulan akibat krisis keuangan yang dialami Persik.
Pelatih yang beristrikan wanita asal Bandung itu mengajukan minatnya melatih Persebaya setelah menghubungi H Saleh Hanifah, Asisten Manajer Persebaya. Selain Arcan, sebenarnya ada nama pelatih asing yang juga melamar Persebaya, yaitu Pikal Wolfgang asal Austria yang kini tengah melatih sekolah sepakbola Real Madrid di Bali.
Selain soal pelatih, Saleh juga menyebut ada kemungkinan dua asisten pelatih Persebaya saat ini Mursyid Effendi dan Hermansyah mundur dari Persebaya.
"Mereka sudah tidak mau lagi melatih di Persebaya pasca habisnya kontrak Pak Freddy Muli 21 Desember lalu, ya mau bagaimana lagi. Pengurus sudah memberi kesempatan pada mereka apakah merasa mampu menangani Persebaya, tetapi mereka tidak mau lagi," kata Saleh.
Selain Kasiyanto yang tetap dipertahankan, Persebaya juga akan mencari dua asisten pelatih baru guna mendampingi Arcan Iurie sebagai pelatih kepala. Ada beberapa nama yang sudah dikantongi pengurus. Dua kandidat terkuat yang bakal digandeng adalah Ibnu Grahan dan Hartono.
"Kita sedang timbang-timbang beberapa nama untuk menjadi asisten pelatih Persebaya, termasuk Ibnu Grahan dan Hartono," pungkasnya. Read More...
Pelatih & Pemain Pamitan, suasana mengharukan. Terima Kasih Cak Freddy, Cak Bejo, Cak Putu dkk
Acara perpisahan itu sangat mengharukan. Para pemain tampak duduk di lantai sembari tertunduk. Mereeka terlihat sangat sedih kehilangan rekan dan pelatihnya itu.
Melihat kondisi yang beku, Freddy mencoba menghangatkan suasana. Dia meminta pemain untuk tersenyum dan tidak sedih lagi. "Ayo semua tersenyum, jangan sedih. Senyum itu indah lho," kata Freddy yang sebenarnya juga tidak bisa tersenyum, Jumat (19/12/2008).
Freddy juga memberikan pesan terakhir bagi anak buahnya. Ia memainta agar mereka menunjukkan seluruh kemampuan dan harus tanggung jawab terhadap permainan.
"Kalian punya tanggungjawab berat dan kalau main harus serius. Kehilangan lima pemain jangan dijadikan alasan tak bisa main bagus. Kalian semua pasti bisa," pintanya.
Setelah Freddy angkat bicara, giliran Bejo Sugiyantoro yang buka suara. Dia meminta maaf pada seluruh komponen tim. Tak sampai disitu, Bejo juga meminta rekannya untuk etetap bertahan di Persebaya.
"Biar kita yang menanggung kesalahan itu. Kalian jangan ada yang keluar," ujar Bejo.
Bejo Sugiyantoro merupakan satu dari lima pemain yan resmi keluar. Selain Bejo masih ada Kurnia Sandi, Fachrudin, Jordi Kartiko dan Rustanto Sri Wahano. Tak hanya itu Persebaya juga kehilangan pelatihnya, Freddy Muli.
Setelah momen tersebut, kini giliran pemain lainnya yang mengungkapkan isi hatinya. Salah satu pemain asing asal Brazil, Jairon Feliciano mengungkapkan, dirinya selama ini merasa, Persebaya asangat kompak dan sarat kekeluargaan. Tapi dengan didepaknya lima pemain itu, membuat dirinya tidak nyaman lagi.
"Jujur saja, mungkin saya tak bisa sepenuh hati di sini (Persebaya)," ujarnya yang diterjemahkan oleh rekannya, Anderson da Silva.
Pelatih kiper Hermansyah terlihat tak bisa membendung air matanya. Dengan suara terisak-isak ia juga minta maaf. Hermansyah juga menyatakan akan keluar dari Persebaya.
Selain Hermansyah, pemain bertubuh mungil, Taufik juga tak kuasa menutupi kesedihannya. Dengan suara terisak, ia mengaku, dirinya tak bisa seperti ini jika tanpa bimbingan pemain senior.
Kepada asistennya, Freddy Muli tak lupa memberikan pesan agar punya prinsip dalam permainan. "Semua punya kontribusi. Jadi jangan dilihat gaji tinggi saja," ucapnya.
Menanggapi hal itu, asiaten I, Mursyid Effendi tidak bisa sepenuh hati menerima hal ini. "Kita juga mungkin tak bisa sepenuh hati. Maunya sih ingin sepenuh hati, tapi keadaanlah yang mengubah semua itu. Apalagi ke depan kita juga belum jelas sebab tak pernah diajak ngomong sama pengurus,"tandasnya Read More...
Air Asia Beli Persebaya?
Surabaya - Entah sekedar pepesan kosong atau serius, Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar membawa kabar gembira bagi para pecinta Persebaya.Kabar gembira tersebut terkait beralihnya Persebaya ke ranah profesional dengan menggandeng seorang investor. Bahkan, kata Saleh, saat ini pihaknya telah mendapatkan salah satu investor Persebaya yang berasal dari Malaysia.
"Saya Minggu besok akan ke Kuala Lumpur, mau ketemu dengan investor Persebaya," ungkapnya usai mengikuti 'Diskusi Menuju Persepakbolaan Profesional' di Rumah Makan Taman Sari, Surabaya, Jumat (21/11/2008).
Sayangnya, didesak siapa investor Persebaya itu, Saleh seolah-seolah berteka-teki. "Tidak enak kalau saya bicara sekarang, lebih baik kalian lihat nanti saja," tambah mantan Ketua Umum KONI Surabaya itu.
Oleh sebab itu, demi kepentingan Persebaya yang lebih besar, pihaknya harus rela tidak bisa mendampingi Bejo Sugiantoro dkk saat menjamu Gresik United (GU) diajang Copa Indonesia, Minggu (23/11/2008) lusa di Stadion Gelora 10 Nopember.
Namun kabarnya, dari desas-desus yang ada, investor yang dimaksud Saleh dari negeri Jiran tersebut adalah Air Asia, sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Malaysia.
Sementara perlu diketahui, saat ini ada tiga sponsor yang sudah merapat ke Bajul Ijo. Ketiganya itu adalah, sebuah perusahaan aparel olahraga Diadora, AIM Biskuit dan Telkomsel (beritajatim.com) Read More...
Untuk Menarik Investor, Nama Persebaya Diusulkan Diganti
Surabaya - Regional Director Government of Western Australia, Martin Newbery menyarankan, jika Persebaya ingin maju dan menarik investor, maka tim Bajul Ijo harus ganti nama.Martin yang ditemui dalam Diskusi Menuju Persepakbolaan Profesional, Jumat (21/11/2008) di RM Taman Sari mengatakan, klub sepakbola di Indonesia cenderung mempunyai nama depan sama yakni "Persi" seperti Persija atau "Perse" seperti Persebaya.
Untuk itu, bila Persebaya ingin maju dan lebih menjual, maka Bajul Ijo harus menanggalkan nama yang sudah dipakai sejak 81 tahun silam itu.
"Di Indonesia ini, banyak klub yang awal namanya Persi atau Perse, seperti Persebaya adan Persik. Kalau Persebaya mau maju dan menarik investor, ya harus ganti nama," tandasnya.
Dia mencontohkan, dalam logo baru, nama Persebaya bisa ditulis di bawah dan nama barunya di atas. Hal ini memberi kesan meski sudah ganti baju Persebaya tetap icon Kota Pahlawan.
"Contohnya saja Kota Pahlawan FC, nama Persebaya masih bisa dicantumkan di bawah, sedangkan nama barunya di atas," tambahnya.
Namun hal itu ditolak oleh Ketua Umum Persebaya, Saleh Ismail Mukadar. Menurut Saleh nama Persebaya adalah simbol sejarah dan kaya makna. Tak hanya itu, nama besar Persebaya sudah diakui di Indonesia.
"Mungkin tak harus ganti nama, karena nama Persebaya sudah menuai banyak sejarah," kata Saleh. (beritajatim.com)
Dalam diskusi tersebut, Martin mengaku simpati dengan kondisi sepakbola Indonesia. Dirinya beranggapan, adanya campur tangan pemerintah membuat sepakbola sulit berkembang. Untuk itu, Pemerintah harus menyerahkan sepenuhnya pada swasta untuk mengelola sepakbola.
"Salahnya begini, antara klub dan pemerintah dicampur. Padahal pemerintah bukan ahlinya dalam masalah bisnis, mereka ahli politik. Kalau mau maju, ya keduanya harus dipisah, kalau di Perth (Australia), semua klub sepakbola murni dipegang swasta," ujarnya.
Tak hanya itu, Martin menilai sepakbola Indonesia banyak diisi oleh orang-orang yang 'kotor'. Untuk itu dia menyarankan semua orang kotor tersebut harus dibersihkan dan diganti dengan yang baru.
"Sebelumnya saya minta maaf, kalau saya lihat Indonesia, pengurus sepakbolanya banyak yang kotor. Kalau ingin maju ya hilangkan semua orang kotor itu, lalu ganti dengan yang bersih dan dijaga," saran Martin. Read More...